Inflasi di Indonesia

Perkembangan Inflasi di Indonesia

Seperti halnya yang terjadi pada negara-negara berkembang pada umumnya, fenomena inflasi di Indonesia masih menjadi satu dari berbagai “penyakit” ekonomi makro yang meresahkan pemerintah terlebih bagi masyarakat. Memang, menjelang akhir pemerintahan Orde Baru (sebelum krisis moneter) angka inflasi tahunan dapat ditekan sampai pada single digit, tetapi secara umum masih mengandung kerawanan jika dilihat dari seberapa besar presentase kelompok masyarakat golongan miskin yang menderita akibat inflasi. Lebih-lebih setelah semakin berlanjutnya krisis moneter yang kemudian diikuti oleh krisis ekonomi, yang menjadi salah satu dari penyebab jatuhnya pemerintahan Orde Baru, angka inflasi cenderung meningkat pesat (mencapai lebih dari 75 % pada tahun 1998), dan diperparah dengan semakin besarnya presentase golongan masyarakat miskin. Sehingga bisa dikatakan, bahwa meskipun angka inflasi di Indonesia termasuk dalam katagori tinggi, tetapi dengan meninjau presentase golongan masyarakat ekonomi Baca entri selengkapnya »

HUKUM BEKERJA DI BANK

                                          Dr. Yusuf Qardhawi

PERTANYAAN

Saya tamatan sebuah akademi perdagangan yang telah  berusaha
mencari  pekerjaan  tetapi  tidak  mendapatkannya kecuali di
salah satu bank. Padahal, saya  tahu  bahwa  bank  melakukan
praktek  riba.  Saya  juga tahu bahwa agama melaknat penulis
riba. Bagaimanakah sikap  saya  terhadap  tawaran  pekerjaan
ini?
 Baca entri selengkapnya »

Peraturan Terbaru Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Revisi Aturan Jual Beli Saham – Keanggotaan BEI –

Seiring dengan perkembangan teknologi perdagangan saham pada Bursa Efek Indonesia (BEI), pihak BEI merevisi peraturan No.II A mengenai perdagangan efek bersifat ekuitas dan III.A mengenai keanggotaan bursa.
Direktur Perdagangan dan Keanggotaan BEI Wan Wei Yiong di Jakarta, Selasa (18/1), mengatakan beberapa materi yang sebelumnya berbentuk surat edaran atau surat keputusan (SK) Direksi dipersatukan dalam induk peraturan II.A dan III.A.
“Ada sejumlah ketentuan yang awalnya dalam bentuk surat edaran, kami putuskan untuk dimasukkan dalam aturan baru ini,” ujarnya.
Ia memaparkan, perubahan atau penambahan pada peraturan II-A mengenai, pertama ketentuan umum yang harus ditaati oleh anggota bursa (AB). Kedua, pengaturan lebih detail mengenai titip jual dan titip beli. Baca entri selengkapnya »

Tips Cara Memasarkan Produk/Bisnis Lewat Media Sosial Kiat Sukses Pemasaran Online Lewat Facebook Twitter Yahoo Koprol –

Situs pertemanan saat ini begitu di minati sebagai ajang menjalin persahabatan. Tapi lebih dari itu media sosial seperti Facebook, twitter atau Koprol ternyata juga ampuh untuk media pemasaran online di Internet.
Media sosial atau situs jejaring sosial semacam Facebook, Twitter, dan Koprol sudah menjadi lebih dari sekadar ajang berteman. Media sosial juga bisa berfungsi sebagai media membangun kepedulian dan memasarkan produk. Lalu, bagaimana cara memanfaatkan media sosial untuk tujuan itu?
Danny Wirianto, Chief Marketing Officer KasKus, forum internet terbesar di Tanah Air, mengungkapkan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memulai pemasaran di media sosial. Pertama, kata Danny, “Read before write.” Artinya, proses pemasaran lewat media sosial harus didahului dengan riset. Baca entri selengkapnya »

Tips Aman Pilih Investasi Antara Emas Batangan Emas Perhiasan Atau Investasi Saham Yang Lebih Menguntungkan

Akibat dari lonjakan harga emas di tingkat dunia hingga mencapai level US$1.300 per ons telah membuat komoditas emas kian menarik untuk di pilih sebagai simpanan atau investasi. Bahkan tidaak sedikit para investor sengaja memburu emas karena berharap harga akan terus meningkat. Lalu bagaimana prospek keuntungan berinvestasi emas dan mau pilih emasa batangan atau perhiasan agar dapat untung.
Lonjakan harga emas dunia hingga level US$1.300 per ons telah membuat komoditas ini kian menarik. Tak sedikit investor memburu emas lantaran berharap harga akan terus meningkat, Baca entri selengkapnya »

Benarkah kebijakan tingkat bunga dapat mengobati Inflasi ? (Sebuah catatan kritis terhadap Fisher Equation Theory)

Berbagai kalangan moneteris meyakini bahwa instrumen kebijakan tingkat bunga (discount Policy) dapat dipergunakan sebagai alat untuk meredam laju inflasi dalam sebuah perekonomian. Hal ini ditampakkan dalam mekanisme : ”Jika tingkat bunga ditingkatkan, maka kecenderungan masyarakat meningkatkan jumlah tabungannya di lembaga keuangan perbankan, sehingga jumlah uang beredar akan menurun. Penurunan jumlah uang beredar dianggap sebagai faktor penyebab menurunnya tingkat inflasi dalam perekonomian”. Baca entri selengkapnya »

JANGAN JADIKAN ANAK BANGSA SEBAGAI PEMBANTU DI NEGERI SENDIRI

Kekhawatiran dan kecemasan merasuki alam pikiran saya, ketika memperhatikan sistem pendidikan nasional, dimana sistem pendidikan yang tengah berjalan menghasilkan sumberdaya lulusan yang mengantri menjadi calon tenaga kerja, yang pada akhirnya tercipta pengangguran ketika jumlah lapangan kerja lambat mengantisipasinya.

Sistem pendidikan nasional ternyata tidak menyediakan ruang yang cukup bagi lulusan SMA untuk meningkatkan darajat keilmuannya, sebab ternyata biaya kuliah yang begitu tinggi sehingga tidak dapat dijangkau oleh masyarakat yang berpenghasilan menengah kebawah, jikalau harus memaksakan maka pinjaman melalui perbankan dengan tingkat bunga yang relatif tinggi menjadi alternatif, sehingga mengorbankan tingkat kesejahteraan keluarga. Namun kenyataan ini masih menyisakan sejumlah lulusan SMA yang tidak dapat mengakses Perguruan tinggi disebabkan tidak terdapat kemampuan untuk melakukannya. Baca entri selengkapnya »